Punguk
Bulan mencibir merangkul mendung
Angin pun menangis merayu ilalang
Terasa rindu kian tak terbendung
Hingga usai nyanyikan seribu tembang
Rindu tak terkira tiadalah terbalas
Memendam rasa tiadalah batas
Nyanyian punguk kian memelas
Merayu malam tanpa bekas
Entah kapan rindu kan terjawab
Habis airmata hingga sembab
Rindu hati bukanlah tanpa sebab
Pada purnama selalu berharap
Surut purnama bulan kembali pulang
Menatap gelap matapun nyalang
Hati meratap menggores tembang
Entah kapan pujaan kan datang
Angin pun menangis merayu ilalang
Terasa rindu kian tak terbendung
Hingga usai nyanyikan seribu tembang
Rindu tak terkira tiadalah terbalas
Memendam rasa tiadalah batas
Nyanyian punguk kian memelas
Merayu malam tanpa bekas
Entah kapan rindu kan terjawab
Habis airmata hingga sembab
Rindu hati bukanlah tanpa sebab
Pada purnama selalu berharap
Surut purnama bulan kembali pulang
Menatap gelap matapun nyalang
Hati meratap menggores tembang
Entah kapan pujaan kan datang
Komentar
Posting Komentar