Kabut dan SeruanMu

Kedinginan yang menikam tulang hitam
mematikan langkahku tuk terusku pejam
Kabut selubungi awan hitam
kaburi dari pandangan tajam


Tak bisaku bertahankan
mengiggil seluruh anggota badan
bayu yang Kau hembuskan
mengujiku dalam kesetiaan
SeruanMu memanggilku
Ku menuju dengan langkah lemah lesu
Memohon keredhoan dariMu
bangkitkan asaku


Masihku rindu Sang Pencipta
walau kabut hilang entah kemana
Bimbinglah hatiku yang sedang kegalauan
ku serahkan jiwa dan ragaku padaMu Tuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

jadi kekasihku

Rinduku Kekasihku

Rahasia Hatiku